Guru di Subang Dimarahi Orang Tua Siswa karena Menampar, Ternyata Siswa Sering Langgar Aturan

Guru di Subang Dimarahi Orang Tua Siswa karena Menampar, Ternyata Siswa Sering Langgar Aturan

Fajarasia.id  — Sebuah video yang memperlihatkan seorang wali murid memarahi guru SMPN 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Deni Rukmana (38), ayah dari siswa berinisial ZR (16), meluapkan kemarahannya kepada guru IPS bernama Rana Saputra, yang diduga menampar anaknya usai upacara bendera.

Video itu pertama kali diunggah oleh akun Instagram @mangdans_ dan kemudian menyebar luas di berbagai platform. Dalam video, Deni mempertanyakan tindakan Rana yang menampar ZR setelah ketahuan memanjat pagar sekolah untuk bolos.

“Saya enggak pernah gampar anak saya. Cari solusi bukan seperti itu, Pak,” ujar Deni dalam video yang juga menyebut akan melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pihak sekolah mengakui adanya kesalahan dalam pendekatan disiplin. Wakil Kepala Sekolah bidang Sarana dan Prasarana, Yaumi Basuki, menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal dari upaya menertibkan delapan siswa yang melompati pagar sekolah yang baru dibangun.

“Guru hanya menampar ringan, dilakukan setelah upacara saat anak-anak belum bubar,” kata Yaumi.

Menurut Yaumi, pagar sekolah yang baru selesai dua minggu sebelumnya sempat rusak akibat ulah siswa dan cuaca buruk. Pihak sekolah khawatir kerusakan kembali terjadi jika perilaku tersebut tidak dihentikan.

Mediasi antara guru, orang tua, dan pihak sekolah telah dilakukan pada Selasa (4/11/2025), dan disebut telah berakhir dengan saling memaafkan. Namun, video tetap beredar di media sosial setelahnya.

“Kami tidak bisa melarang, itu hak beliau. Tapi secara internal, masalah sudah selesai,” ujar Yaumi.

Yaumi juga mengungkap bahwa ZR bukan kali pertama melakukan pelanggaran. Sejak kelas VII, siswa tersebut sudah beberapa kali dipanggil karena merokok, berkelahi, dan mengganggu kelas lain.

Dalam pertemuan dengan Gubernur Dedi Mulyadi, Rana Saputra mengakui tindakannya dan menjelaskan bahwa tamparan tersebut merupakan bentuk teguran atas perilaku ZR yang berulang.

Dedi menanggapi dengan bijak, mengingatkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara guru dan orang tua. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan saling menghargai dalam mendidik anak.

“Guru harus tegas, tapi tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekerasan. Orang tua juga perlu memahami latar belakang tindakan guru,” ujar Dedi.

Dedi berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar hubungan antara sekolah dan keluarga semakin kuat, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendidik.***

Pos terkait