Fajarasia.id – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, menyampaikan keprihatinan atas maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah belakangan ini. Ia menilai fenomena tersebut harus menjadi bahan refleksi bersama.
Dalam sebulan terakhir, KPK telah menangkap dua bupati, yakni Fadia Arafiq dari Pekalongan yang merupakan kader Golkar, serta Fikri Thobari dari Rejang Lebong yang berasal dari PAN. Menurut Sarmuji, banyaknya OTT menunjukkan praktik korupsi masih sering terjadi dan perlu dicari akar persoalannya.
“Kenapa praktik korupsi itu masih sering terjadi? Ini harus kita refleksikan bersama,” ujarnya, Rabu (11/3/2026). Ia menambahkan, pemberitaan tentang OTT tidak seharusnya menjadi hal yang rutin muncul setiap waktu.
Sarmuji menyoroti salah satu faktor penyebab maraknya praktik korupsi, yakni tingginya biaya politik di Indonesia. Menurutnya, pilkada yang berbiaya mahal dapat menimbulkan konsekuensi serius dalam tata kelola pemerintahan.
“Pilkada kita terlalu mahal. Konsekuensinya bisa memunculkan praktik yang tidak sehat dalam pengelolaan negara,” tegasnya.****




