Fajarasia.id – Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Forum tertinggi organisasi silat nasional ini mengusung agenda utama penguatan diplomasi internasional untuk memasukkan pencak silat ke dalam ajang Olimpiade.
Wasekjen PB IPSI sekaligus Ketua Penjaringan, Bayu Syahjohan, mengungkapkan bahwa Munas yang berlangsung hingga 11 April ini dihadiri oleh perwakilan dari 38 provinsi dan berbagai perguruan silat.
Salah satu fokus pembahasan adalah penyusunan kebijakan strategis bertajuk “Road to Olympic”.
“Fokus utama Munas kali ini adalah merumuskan langkah konkret agar pencak silat bisa masuk Olimpiade. Kami mendorong adanya Instruksi Presiden (Inpres) untuk mengintegrasikan peran KOI, Kemenlu, hingga kementerian terkait dalam mendukung diplomasi ini,” ujar Bayu di Jakarta.
Saat ini, pencak silat telah berkembang di 83 negara di lima benua. Meski demikian, PB IPSI masih menghadapi tantangan administratif internasional, termasuk standar anti-doping dari WADA.
PB IPSI kini tengah mengintensifkan lobi agar pencak silat dapat tampil sebagai cabang ekshibisi pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Selain agenda strategis dunia, Munas XVI juga akan menetapkan Ketua Umum PB IPSI periode mendatang. Proses penjaringan calon telah berlangsung selama satu bulan terakhir berdasarkan usulan provinsi dan perguruan.
Ketua Umum PB IPSI petahana, Prabowo Subianto, dijadwalkan hadir pada puncak acara Sabtu (11/4) untuk memberikan arahan strategis sekaligus mengumumkan struktur kepemimpinan baru organisasi.****





