Fajarasia.id – Pemerintah Filipina akan menyelidiki dugaan donasi dari warga negara Tiongkok yang baru-baru ini ditangkap karena dugaan spionase. Donasi tersebut diberikan kepada Kepolisian Nasional Filipina (PNP) dan beberapa unit pemerintah daerah (LGU).
Wakil Sekretaris Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Claire Castro, menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tujuan donasi. Ia menegaskan, perlu diketahui apakah donasi itu diberikan dengan niat baik atau memiliki motif tersembunyi.
“Saat ini, kami akan mempelajarinya. Jika ini adalah donasi yang diberikan dengan niat baik, kita perlu mengetahuinya karena menerima donasi bukanlah hal yang salah,” ujar Castro sebagaimana dikutip dari Philippine News Agency pada Selasa (4/3/2025).
Castro menambahkan, jika ditemukan indikasi donasi diberikan dengan tujuan tertentu yang bisa membahayakan keamanan nasional, maka harus diselidiki. Ia juga mengingatkan adanya donasi serupa dari Tiongkok selama pandemi, termasuk ambulans dan kendaraan.
Ia mengatakan, donasi tersebut sebelumnya diterima oleh beberapa daerah di Filipina. Empat warga Tiongkok yang ditangkap, yakni Wang Yongyi, Wu Junren, Cai Shaohuang, dan Chen Haitao, diduga mengumpulkan data militer Filipina.
Mereka disebut telah menyumbangkan uang tunai dan kendaraan kepada kepolisian serta pemerintah daerah. Uang dan kendaraan tersebut disumbangkan melalui kelompok yang berafiliasi dengan Partai Komunis Tiongkok.
Menanggapi hal ini, Castro menegaskan, Presiden Ferdinand Marcos Jr tidak akan membiarkan kasus ini berlalu tanpa penyelidikan. Ia menekankan pentingnya memeriksa semua bentuk donasi yang mencurigakan guna menjaga transparansi dan keamanan negara.
Saat ini, pihak berwenang tengah memverifikasi status operasional sepeda motor yang telah disumbangkan. Pemerintah Filipina memastikan bahwa segala bentuk donasi yang mencurigakan akan ditindaklanjuti dengan tegas.*****





