Fajarasia.id – Gerakan Pekerja Seni Indonesia (GAPSI) membuktikan bahwa orgen tunggal lebih dari sekadar hiburan malam. Lewat Soundbarfest, para pelaku usaha ini menunjukkan bahwa mereka bagian penting dari ekonomi kreatif.
Festival ini digelar pada 25–26 Juli 2025 di Embung Toboh Gadang, Kecamatan Sintoga, Padang Pariaman, Sumatera Barat. Acara ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus unjuk karya pelaku usaha sound system dan orgen tunggal se-Sumatera Barat.
Ketua panitia Doni Refrianto mengatakan, kegiatan ini digagas untuk menunjukkan identitas dan kapasitas GAPSI sebagai organisasi baru. “Ini adalah inisiatif teman-teman. Kami ingin tunjukkan organisasi kami bisa mandiri dan bergerak cepat,” katanya.
Doni menambahkan, Soundbarfest menjadi simbol bahwa dunia orgen tunggal juga punya karya yang patut diapresiasi. “Karya kami adalah kegiatan-kegiatan positif yang menguatkan silaturahmi sesama pelaku usaha,” ujarnya.
Ketua harian GAPSI, Hendra Maulana, menyebut kegiatan ini sebagai respons atas Surat Kesepakatan Bersama pembatasan hiburan malam yang sempat kontroversial. “Bagi kami aturan adalah aturan, dan kami akan jalani dulu,” katanya.
Namun Hendra menegaskan bahwa pembatasan tidak boleh memadamkan semangat berkarya para pelaku seni modern. “Kami hanya ingin tunjukkan bahwa orgen tunggal itu adalah entitas yang kuat,” ujarnya menegaskan.
Menurutnya, banyak keluarga yang hidup dari usaha pertunjukan musik, dan GAPSI ingin menjaga keberlanjutan itu. “Kami akan terus berkarya dan belajar,” kata Hendra.
GAPSI juga membuka diri terhadap kolaborasi, baik dengan sesama pelaku seni maupun pihak luar yang mendukung kreativitas. “Sekarang adalah waktu bagi semua pekerja seni untuk bersatu,” katanya.
Firdaus, Ketua Umum GAPSI yang juga anggota DPRD Sumbar, mengapresiasi semangat anggota dalam menyelenggarakan Soundbarfest. “Ini disiapkan dengan konsep matang dan kerja penuh kebersamaan,” katanya.
Ia menyebut, kegiatan ini sebagai titik balik cara masyarakat memandang profesi pelaku seni pertunjukan. “Ini pembuktian bahwa pelaku usaha soundsystem dan orgen tunggal itu bukan objek, tetapi subjek,” ujar Firdaus.
Festival ini juga menyuguhkan berbagai lomba seperti lomba sound system, instalasi, menyanyi, hingga lomba engkol disel. Selain itu, ada pertunjukan seni tradisi, diskusi terbuka, dan pemberian penghargaan bagi tokoh yang peduli pada seni.
Melalui Soundbarfest, GAPSI ingin menegaskan bahwa orgen tunggal adalah bagian sah dari budaya modern yang layak didukung.*****





