Festival Perang Air Tahun ini di Selat Panjang Berjalan Dengan Meriah, Berikut Sejarahnya

Festival Perang Air Tahun ini di Selat Panjang Berjalan Dengan Meriah, Berikut Sejarahnya

Fajarasia.id – Perang air adalah sebuah jenis pertikaian memakai berbagai alat yang mengeluarkan air untuk menciprati lawan. Setiap hal dari ember, balon sampai pistol air dan bahkan air yang dibawa menggunakan tangan dapat diterapkan dalam perang air.

Festival Perang Air atau yang biasa disebut Cian Cui di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau mulai dilaksanakan, Minggu (22/1/2023) kemarin. Pelaksanaannya memang selalu dilakukan bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Imlek.

Festival Perang Air Tahun ini di Selat Panjang Berjalan Dengan Meriah, Berikut Sejarahnya

Walaupun demikian Festival tahun ini dilaksanakan perdana setelah 2 tahun terakhir absen akibat pandemi Covid 19.

Terlihat pada hari pertama ini masyarakat langsung antusias untuk melaksanakan perang Air.

Festival Perang Air adalah salah satu ikon wisata dari Kepulauan Meranti yang sudah mendunia.

Masyarakat sudah memulai melaksanakan Perang Air. Perang air dilakukan dengan saling melempar maupun menembakkan air kepada masyarakat yang ada di rute Perang Air yang telah ditentukan.

Perang air di selat panjang
Perang air di selat panjang

Siapa yang tidak tahu dengan Festival Cian Cui atau Perang Air di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Iventahunan yang meraih juara I kategori wisata terpopuler pada Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018 ini kembali di meriahkan.

Sebelumnya di tahun 2021 lalu, iven yang lebih dikenal dengan istilah bahasa mandarin itu batal dimeriahkan, karena pandemi COVID-19 yang masih bergejolak. Festival ini biasanya digelar setiap perayaan Imlek (Tahun Baru Cina).

Perang air atau cian ciu ini menjadi salah satu tradisi Imlek yang unik di Indonesia. Tradisi ini dirayakan oleh masyarakat Tionghoa di Selatpanjang, Provinsi Riau.

Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, dalam kepercayaan Tionghoa air adalah sumber rezeki, sehingga menyemprotkan air sama artinya dengan membagi rezeki ke banyak orang. Selain itu, tradisi perang air juga digunakan sebagai sarana mempererat persaudaraan antar-etnis di sini.

Perang air di Selanpanjang
Perang air di Selanpanjang

Hal ini semakin membuat tradisi cian ciu semakin bermakna bagi masyarakat setempat. Dalam pelaksanaan tradisi ini, masyarakat Selatpanjang menggunakan berbagai perlengkapan seperti ember, gayung dan pistol air.

Nantinya masyarakat akan berkeliling kota menggunakan becak untuk menyiramkan ‘amunisi’ berupa air yang telah dipersiapkan. Selain menggunakan pistol air, tradisi cian ciu juga identik dengan becak yang merupakan salah satu transportasi di kota Selatpanjang.

Konon, masyarakat Tionghoa di Selatpanjang memiliki kebiasaan mengunjungi keluarga dengan menggunakan becak. Sebab itu lah, becak menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan saat melakukan tradisi cian ciu menjelang perayaan Imlek.

Biasanya tradisi perang air akan berlangsung selama 6 hari, mulai pukul 16.00 sampai 18.00 WIB. Keunikan tradisi perang air menarik minat banyak wisatawan lokal dan mancanegara.

Bahkan, tradisi ini kini menjadi salah satu festival tahunan di Selatpanjang, Meranti, Riau. Setelah absen dilaksanakan karena pandemi Covid-19, tradisi perang air akan kembali digelar pada Imlek tahun ini.

Pos terkait