ERIA: Digitalisasi dan Keberlanjutan Jadi Pilar Ketahanan ASEAN

ERIA: Digitalisasi dan Keberlanjutan Jadi Pilar Ketahanan ASEAN

Fajarasia.id – Lembaga riset ekonomi dan kebijakan publik, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), menilai digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua faktor utama yang menopang ketahanan ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik dan fragmentasi global.

Managing Director for Policy Design and Operation ERIA, Aladdin D. Rillo, menyampaikan hal tersebut dalam ASEAN-Japan Symposium di Jakarta, Selasa (11/11). “Ada dua sumber penting ketahanan di kawasan ini. Yang pertama adalah digitalisasi, dan yang kedua adalah keberlanjutan,” ujarnya.

Menurut Rillo, transformasi digital memungkinkan negara-negara ASEAN melakukan perubahan struktural yang dapat meningkatkan daya saing pasar. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem ketahanan siber, terutama di sektor manufaktur, e-commerce, dan kesehatan yang dinilai paling rentan terhadap ancaman siber.

Lebih lanjut, Rillo menjelaskan bahwa ekosistem digital yang kuat tidak hanya sebatas pengembangan dunia siber, tetapi juga mencakup aspek-aspek penting dalam ekonomi digital. Ia menyoroti peta jalan kecerdasan buatan (AI roadmap) yang baru-baru ini disepakati dalam KTT ASEAN sebagai strategi penting untuk memperkuat kerja sama ASEAN dan Jepang menghadapi ketidakpastian global.

Selain digitalisasi, Rillo menekankan pentingnya pendekatan terkoordinasi dalam isu keberlanjutan. Menurutnya, ASEAN dan Jepang perlu bekerja sama di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, keuangan, transportasi, pertanian, hingga energi. “Pendekatan terpadu menjadi kunci agar isu keberlanjutan dapat ditangani lebih efektif,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa inisiatif keberlanjutan tidak akan berarti tanpa implementasi nyata. “Tantangan ke depan akan semakin berat, tidak ada lagi ruang untuk business as usual. ASEAN dan Jepang harus lebih pragmatis dan mampu mencapai hasil konkret,” tegas Rillo.

Pos terkait