Fajarasia.id – Di tengah modernisasi transportasi, eretan Sungai Cisadane di Kampung Cibalagung, Kota Bogor, masih menjadi pilihan warga untuk menyeberang. Moda sederhana ini menghubungkan Kelurahan Panaragan dan Kelurahan Pasir Jaya, menawarkan jalur cepat menuju pusat kota dengan ongkos terjangkau.
Eretan berbentuk rakit dengan alas ban dalam, triplek, dan atap seng, dijalankan menggunakan tambang yang membentang di atas sungai. Supandi Rahman (50), generasi ketiga pengelola eretan, melanjutkan usaha yang dirintis kakeknya sejak 1960-an. “Ini bentuk bakti kepada orangtua. Saya meneruskan agar mereka bisa beristirahat,” ujarnya.
Meski sederhana, eretan tetap menjadi andalan warga, terutama pembantu rumah tangga dan pelajar yang ingin menyeberang dengan biaya Rp 2.000. Supandi bahkan kerap menerima bayaran seadanya dari penumpang. “Kalau cuma seribu pun tetap saya seberangkan,” katanya.
Namun, pengguna eretan mulai berkurang seiring hadirnya ojek online yang lebih praktis. Meski begitu, eretan tetap bertahan sebagai simbol transportasi tradisional yang menyimpan nilai sejarah dan kebersamaan warga Bogor.***





