Fajarasia.id – Puluhan orang dilaporkan tewas saat kerusuhan demonstrasi di Peru. Kabar ini disampaikan langsung Duta Besar Republik Indonesia untuk Peru, Marina Estella Anwar Bey, Kamis (12/1/2023) malam WIB.
Awalnya, Marina mengungkapkan, menurut data resmi pemerintah Peru, terdapat 17 orang tewas akibat kerusuhan terbaru di Tacna. Ia juga mengatakan, demonstrasi sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2022 ketika mantan Presiden Peru ditangkap.
“Kemarin, demonstrasi di Tacna itu menimbulkan 17 orang korban jiwa. Tetapi, sebenarnya demonstrasi sudah terjadi sejak pertengahan Desember setelah mantan Presiden Peru, Pedro Castello diturunkan,” kata Marina.
Namun, secara total, terdapat 40 korban jiwa. Demonstrasi ini dilakukan oleh pendukung Castello yang berlokasi di berbagai kota di Peru Selatan.
“Rangkaian demo-demo yang terjadi di sini dilakukan oleh pendukung dari mantan Presiden Peru. Demo ini dilakukan terutama di Peru Selatan, Aricipa, dan Usco,” ucapnya.
“Sekarang total ada 40 korban jiwa akibat kejadian ini. Memang baru-baru ini kerusuhan yang terjadi di Tacna mengakibatkan 17 korban jiwa,” katanya.
Lebih lanjut, Marina juga menyampaikan, kondisi terkini Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Peru. Ia mengatakan, WNI di Peru dalam kondisi baik-baik saja, karena jumlahnya sedikit dan tersebar di berbagai kota.
“Kondisi kita baik-baik saja, karena jumlah WNI di sini tidak terlalu banyak, total di Peru hanya ada 99 orang. Alhamdulillah aman semua,” ujarnya.
“Sebagian besar WNI di Peru tinggal di kota Lima. Yang lain tersebar di Pacna delapan orang, di Marca satu orang, di Cimbote ada lima, dan kota-kota lainnya,” ucapnya.
Selain itu, Maria juga mengungkapkan, Peru masih dalam keadaan ‘Darurat Nasional’. Hal ini dilakukan, karena telah terjadi banyak demonstrasi yang menimbulkan korban jiwa.
“Ya, karena kemarin banyak yang meninggal, banyak demo, jadi, di sini masih memberlakukan ‘Darurat Nasional’. Tapi, hal ini hanya dilakukan selama tiga hari dari jam 8 malam sampai jam 4 pagi,” ujarnya.
Marina selaku pihak KBRI juga memberi imbauan kepada WNI di Peru. Hal ini dilakukan sejak awal terjadinya kerusuhan lewat akun Instagram resmi KBRI di Peru dan memberikan hotline yang bisa digunakan untuk melapor.
“Kita sejak awal kerusuhan ini terjadi di sini, kita sudah mengumumkan lewat Instagram KBRI di Peru. Kita memberikan nomor hotline untuk melapor dan mengimbau jangan mendekati kerusuhan,” katanya mengakhiri.***





