Fajarasia.id – Empat penerbang TNI Angkatan Udara telah menyelesaikan pelatihan intensif pengoperasian pesawat angkut berat Airbus A400M di Spanyol. Pelatihan berlangsung sejak 17 hingga 23 Oktober 2025 di International Training Center (ITC) Airbus, Sevilla.
Keempat penerbang tersebut adalah Letkol Pnb Putut Satriya, Mayor Pnb Riki Sihaloho, Mayor Pnb Fathir M. Hadid, dan Kapten Pnb Indra Kusuma N. Mereka menjalani berbagai tahapan pelatihan, termasuk Full Flight Simulator (FFS), Crew Resource Management (CRM), serta pelatihan Mission Planning and Restitution System (MPRS) dalam program type rating course A400M.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menyampaikan bahwa setelah menyelesaikan pelatihan di Spanyol, para penerbang akan melanjutkan fase Initial Operation Experience (IOE) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
“Empat penerbang ini akan membawa pesawat A400M ke Indonesia dan dijadwalkan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 3 November 2025,” ujar I Nyoman di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Pesawat A400M tersebut nantinya akan memperkuat armada Skuadron Udara 31 di Lanud Halim Perdanakusuma, bergabung dengan jajaran pesawat angkut strategis lainnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan RI telah menandatangani kontrak pembelian dua unit Airbus A400M dalam konfigurasi multirole tanker dan transport pada ajang Dubai Airshow 2021. Kontrak tersebut mulai berlaku efektif pada 2022 dan mencakup paket pelatihan serta dukungan pemeliharaan. Selain itu, Kemhan juga menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk potensi akuisisi empat unit tambahan di masa mendatang.
A400M dikenal sebagai pesawat angkut militer berkapasitas besar yang mampu menjalankan misi taktis maupun strategis. Pesawat ini dapat membawa hingga 37 ton muatan, termasuk kendaraan berat seperti truk bahan bakar dan ekskavator. Selain itu, A400M mampu mengangkut hingga 116 personel bersenjata lengkap atau kombinasi 9 palet militer dan 54 personel secara bersamaan.
Kehadiran A400M di jajaran TNI AU diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas angkut udara nasional dalam mendukung operasi militer maupun misi kemanusiaan di berbagai medan.****




