Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5%, BI: Itu Privilege!

Bank Indonesia
Bank Indonesia

Fajarasia.id  – Bank Indonesia (BI) menilai capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bisa bertahan di kisaran 5% di tengah ketidakpastian global merupakan sebuah privilege.

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Solikin M Juhro, menyebut kondisi ekonomi domestik masih cukup kuat dibandingkan banyak negara lain. “Tumbuh 5% dalam kondisi saat ini tuh privilege,” kata Solikin dalam Taklimat Media di Kantor BI, Selasa (23/12/2025).

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2025 akan berada di kisaran 4,7-5,5% dan meningkat menjadi 4,9-5,7% pada 2026.

Meski begitu, BI mengingatkan bahwa tahun depan dunia masih akan diwarnai ketidakpastian tinggi. Solikin menegaskan, tantangan global bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga politik dan geopolitik. “Mulai dari perang tarif, konflik Ukraina, hingga risiko perdagangan. Semua itu membuat policy uncertainty global berada di level tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pola perdagangan dunia kini semakin terfragmentasi, bergeser dari multilateralisme ke kelompok kecil atau bahkan bilateral. Kondisi ini, ditambah tingginya utang publik di banyak negara termasuk Amerika Serikat, membuat prospek ekonomi global semakin berat.

BI memperkirakan ekonomi dunia hanya akan tumbuh 3% year-on-year (yoy) pada 2026, lebih rendah dari proyeksi 2025 sebesar 3,2% yoy.

Pos terkait