Ekonomi Global Melambat, Mendag Cari Pasar Ekspor Baru

Ekonomi Global Melambat, Mendag Cari Pasar Ekspor Baru

Fajarasia.co – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan akan fokus memperluas ekspor ke pasar nontradsional untuk antisipasi perlambatan ekonomi global. Dengan begitu neraca dagang yang selama 29 bulan ini membukukan surplus tetap terjaga.

“Kami akan fokus menggarap pasar-pasar nontradisional untuk menghadapi perlambatan ekonomi global. Pasar-pasar nontradisional itu antara lain negara-negara di kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika,” kata Menteri Zulkifli saat ditemui, Kamis (20/10/2022).

Negara di kawasan Asia Selatan seperti India, Pakistan dan Bangladesh, kata Mendag, memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk hampir 1 miliar orang. Begitu pula negara-negara Afrika seperti Mesir dan Nigeria, yang masyarakatnya memiliki daya beli yang cukup tinggi.

Di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian yang tinggi, kinerja perdagangan Indonesia masih mampu membukukan surplus. Dari Januari hingga September 2022, neraca dagang sudah membukukan surplus sebesar US$39,87 miliar.

“Jumlah itu meningkat 58,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sedangkan ekspor nonmigas besarnya mencapai US$207,19 miliar, meningkat 33,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkap Mendag Zulkifli.

Lebih lanjut Mendag mengatakan, upaya untuk meningkatkan ekspor Indonesia juga dilakukan dengan menyelesaikan perjanjian perdagangan. Antara lain Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab serta antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Belum lama ini kita juga melakukan misi dagang ke India, yang menghasilkan kesepakatan dagang sebesar 3,2 miliar dollar. Juga ke Qatar dengan potensi kesepapakatang dagang mencapi 100 miliar dollar,” ujar Mendag Zulkifli menutup pernyataannya.****

Pos terkait