Fajarasia.id – Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, mendesak pemerintah menempatkan personel keamanan di bandara perintis pasca-penembakan pilot dan kopilot pesawat Smart Air di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
“Karena itu, kami meminta penempatan personel keamanan yang memadai di objek vital transportasi udara perintis,” ujar Danang.
Menurutnya, konektivitas udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di wilayah terluar. Keselamatan kru penerbangan adalah harga mati yang harus dijamin negara. Ia menekankan, gangguan keamanan berpotensi membuat maskapai enggan beroperasi sehingga masyarakat pedalaman semakin terisolasi dan harga kebutuhan pokok melonjak.
Danang juga mendorong adanya respons cepat untuk memulihkan situasi pasca-insiden. “Kami berkomitmen memperjuangkan perlindungan bagi para pahlawan transportasi yang bertaruh nyawa demi merajut konektivitas Nusantara,” tegasnya.
Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut penembakan tersebut didalangi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak. Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz bersama 12 personel Kopasgat TNI AU telah diterjunkan untuk memperkuat pengamanan di bandara perintis yang menjadi akses vital masyarakat pedalaman.





