Fajarasia.id – DPR RI belum menerima surat presiden (surpres) dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surpres itu, terkait nama pengganti mantan Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari.
Hasyim diberhentikan dari jabatannya, karena tersandung kasus asusila dengan wanita berinisial CAT. “Sampai hari ini belum (terima surpres),” kata Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar saat ditemui awak media di CFD Sudirman-Thamrin, Jakarta, Minggu (21/7/2024).
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan, kemungkinan surpres tersebut dikirim oleh pihak Istana Negara pada minggu depan. “Mungkin minggu-minggu ini kali ya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 73P tertanggal 9 Juli 2024. Keppres tersebut tentang pemberhentian dengan tidak hormat Hasyim sebagai anggota KPU RI.
Keppres itu keluar, seusai DKPP RI menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap untuk Hasyim terkait kasus dugaan asusila. “Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy’ari selaku ketua merangkap anggota KPU RI terhitung putusan ini dibacakan,” kata Ketua DKPP RI Heddy Lugito dalam sidang pembacaan putusan di Kantor DKPP RI, Jakarta, Rabu (3/7/2024).
KPU RI tidak mau kecolongan lagi, terkait kasus kekerasan seksual kepada perempuan yang melibatkan anggota lembaganya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KPU membentuk satuan tugas (satgas) internal di lingkungan instansi.
Plt Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, satgas tersebut dibentuk untuk memperbaiki citra lembaganya. Sehingga diharapkan, persoalan internal KPU itu terulang dan mengganggu pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.
“Salah satu yang kita rancangkan terutama kaitan kebijakan bagaimana jajaran atau mengantisipasi menghindari tindak-tindak yang dilarang. (Antisipasi) Kekerasan terhadap perempuan dan seterusnya, sedang kita matangkan,” kata Afif dalam keterangan persnya, di Jakarta, Sabtu (20/7/2024).
Afif mengatakan, tidak mudah membersihkan ‘tinta hitam’ di tubuh KPU. Tepatnya, pada kasus yang menimpa mantan Ketua KPU Hasyim Asy’ari beberapa waktu lalu.
“Mau tidak mau harus kita hadapi jalan terjal di depan dengan situasi kita, kita hadapi, kita jalani, gitu kan. Tadi memang yang paling penting kita mencoba meningkatkan, mengembalikan trust publik pastinya,” ucap Afif.****





