Dolar Masih Tertekan, Rupiah Ditutup Naik 10 Poin

Dolar Masih Tertekan, Rupiah Ditutup Naik 10 Poin

Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya dalam penutupan perdagangan, Selasa (4/6/2024) sore. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik tipis 0,06 persen (10 poin) di posisi Rp16.220 per dolar AS.

Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya mengatakan, penguatan rupiah masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Utamanya perkembangan ekonomi di AS yang telah memicu pelemahan mata uangnya.

“Pasar berspekulasi bahwa perekonomian AS sedang melemah, menyusul rilis data Purchasing Managers Index (PMI) yang menurun. Sebelumnya data Produk Domestik Bruto (PDB) AS juga menurun,” kata Ibrahim dalam analisisnya.

Pelemahan ekonomi AS mengindikasikan laju inflasi juga akan menurun. Sehingga bank sentral AS lebih yakin untuk mulai memangkas suku bunga acuannya paling cepat di bulan September mendatang.

“Ekspektasi pemangkasan suku bunga, membuat mata uang dolar AS tertekan. Indeks dolar bahkan berada di posisi terendah dalam dua bulan terakhir,” ucap Ibrahim.

Ia mengutip hasil pengukuran CME Fedwatch tool terkait ekspektasi pasar terhadap kenaikan dan pemangkasan suku bunga di AS. Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga naik menjadi 52,1 persen, dibandingkan sebelumnya yang sebesar 47 persen.

Selain harapan akan pemangkasan suku bunga AS, pelaku pasar juga memantau kebijakan suku bunga di Eropa dan Inggris. Bank Sentral Eropa semula mengisyaratkan pemotongan suku bunga, tapi tertahan oleh data inflasi di Eropa yang mengalami kenaikan.

Bank Sentral Inggris (BoE) baru akan melakukan pertemuan kebijakan moneternya pada akhir bulan ini. Pasar berharap hasil pertemuan memberikan petunjuk tentang kebijakan suku bunga di Eropa.

Bank Sentral AS juga akan melakukan pertemuan kebijakan moneter pada 12 Juni 2024. Namun pasar memperkirakan The Fed akan mempebarui proyeksi ekonomi dan prospek suku bunganya dalam pertemuan tersebut.****

 

 

 

 

 

Pos terkait