Fajarasia.id – Salat Tarawih adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam di bulan Ramadan. Salat ini menjadi amaliah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Shalat tarawih sendiri memiliki keutamaan besar jika dikerjakan umat Muslim.
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR. Bukhari dan Muslim).
Mengutip buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana, Salat ini bisa dikerjaan dalam beberapa rakaat. Bisa dikerjakan 8 rakaat (4 salam), 10 rakaat (5 salam), atau 20 rakaat (10 salam) ditambah salat Witir 3 rakaat.
Ahmad Sarwat dalam buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat menyebutkan, para ulama sepakat di sela-sela Salat Tarawih disyariatkan duduk untuk istirahat. Hal tersebut disesuaikan dengan nama “Trawih” yang pensyariatannya untuk duduk istirahat.
Para ulama juga menjelaskan istirahat tersebut bisa dilakukan pada tiap empat rakaat. Meskipun salat Tarawih dilakukan dengan dua rakaat salam.
Mengenai hal tersebut hikmah dari duduk istirahat ini karena biasanya imam memperlama bacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam posisi berdiri. Supaya tidak terlalu lelah, setiap selesai empat rakaat disunnahkan untuk duduk istirahat.
Doa Jeda Salat Tarawih
Dalam duduk istirahat tersebut umat Muslim bisa mengisinya dengan memanjatkan doa. Doa jeda salat Tarawih berisi bacaan syahadat, istighfar, doa mohon ampun, hingga doa memohon ridha dan surga Allah SWT.
Orang yang mengerjakan Tarawih dengan benar dan memohon ampun kepada Allah disela-sela salatnya, niscaya akan menggugurkan dosa. Nabi SAW mengijazahkan doa ini kepada Sayyidah ‘Aisyah secara langsung.
Berikut doanya:
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampunan Allah.”
اَلَّهُمَّ إِنِّيْ أََسْأَلُكَ ا لْجنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Allaahumma innii as-alukal jannah, wa a’uudzu bika minan-naar
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.”
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma Innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fuanni
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.”
Disebutkan dalam sebuah hadits, doa jeda salat Tarawih dengan lafaz ‘Allahumma innaka afuwwun’ tersebut turut dibaca saat malam Lailatul Qadar. Dari Aisyah RA, ia berkata,
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku).'” (HR At-Tirmidzi).****





