Fajarasia.id – Ibu ARP, terduga pelaku penabrakan sekeluarga di Jalan RA Fadillah, Cijantung, Jakarta Timur, pada 2 Juli 2022, disebut bersikap arogan saat proses mediasi dengan keluarga korban.
Ibu pelaku disebut menyombongkan statusnya sebagai keluarga aparat. Salah satu korban bernama Giuseppe menuturkan, pernyataan ibu pelaku itu disampaikannya saat mediasi pertama di Mall Cijantung, pada 8 Juli 2022 yang lalu.
“Ibunya agak arogan ke kakak dan kakak ipar saya, sampai bilang ‘enggak usah saling menekan, enggak usah saling mengancam. Kita akan bertanggung jawab penuh, kita enggak mungkinlah manusia enggak punya hati. Saya ini aparat ya’,” ujar Giuseppe saat dihubungi, Jumat (12/5/2023).
Giuseppe mengatakan, mediasi pertama itu membahas komitmen keluarga ARP yang menyatakan akan mengganti rugi seluruh kerugian korban.
Komitmen pemberian ganti rugi itu sempat disampaikan keluarga ARP saat mendatangi RSUD Pasar Rebo pada hari kecelakaan terjadi.
Di rumah sakit, keluarga ARP menyatakan akan mengganti seluruh biaya pengobatan dan perbaikan kerusakan kendaraan yang totalnya ditaksir mencapai jutaan rupiah.
“Tadinya saya sudah ingin laporkan ke polisi karena ini kecelakaan lalu lintas. Karena ada informasi dari keluarga pelaku yang bilang akan mengganti seluruh biaya pengobatan dan (kerusakan) kendaraan, kami anggap ‘damai’,” ujar Giuseppe.
Namun Giuseppe menyesalkan, pada mediasi pertama, keluarga ARP juga tampak seperti hendak lepas tangan dengan tanggung jawab mereka.
Dalam pertemuan itu, kakak dan kakak ipar Giuseppe sudah menyampaikan biaya sementara yang telah dikeluarkan untuk biaya rumah sakit, namun justru mendapat respons negatif.
“Pihak keluarga penabrak seperti langsung defensif, seperti akan lepas tanggung jawab. Itu yang saya dan keluarga sesalkan,” jelas Giuseppe.
“Kenapa saat di RSUD Pasar Rebo berani kasih pernyataan untuk mengganti penuh biaya pengobatan dan (perbaikan) kendaraan, tapi pas sudah disampaikan biaya sementara pengobatan, seperti lepas tangan?” sambung dia.
Hal inilah yang membuat ibu Giuseppe, didampingi kakak dan kakak ipar Giuseppe, melapor ke Polres Metro Jakarta Timur pada 10 Juli 2022.
Laporan bernomor LP/A/1198/VII/2022/SPKT.SATLANTAS/POLRES METRO JAKARTA TIMUR/POLDA METRO JAYA.
Usai melapor, ada dua mediasi yang dilakukan dengan pembahasan yang sama, yakni pada September 2022 dan Maret 2023.
Namun, mediasi itu tak membuahkan hasil.
“Apa yang sudah keluarga saya keluarkan tidak sesuai dengan yang akan diganti keluarga ARP. Tidak ketemu (jalan keluar),” tegas Giuseppe.
Kronologi kecelakaan Kecelakaan yang dialami Giuseppe sekeluarga melibatkan ARP yang diduga anak perwira polisi.
Kecelakaan terjadi saat Giuseppe menolong mobil orangtuanya yang mogok di tepi kanan Jalan RA Fadillah, Cijantung, tepatnya di seberang Balai Komando.
Saat memeriksa mesin mobil, ia sekeluarga langsung ditabrak oleh ARP.
“Saya baru ngomong, ‘Tolong starter mobil’. Begitu saya minta tolong, langsung ditabrak. Langsung kejadian itu. Interval waktu saya datang sampai kejadian enggak sampai lima menit,” tutur dia.
Giuseppe menduga, mobil ARP saat itu melaju dengan kecepatan di atas 60-70 km/jam. Giuseppe dan ayahnya yang berusaha mengoprek mesin pun terpental, sedangkan ibunya berada di dalam mobil mogok itu.
Meski sudah setahun berlalu, kasus yang dilaporkan keluarga Giuseppe ini masih belum tuntas.***




