Fajarasia.co -Unjuk rasa tolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, (15/9/2022) oleh ratusan massa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) telah usai.
Aksi tersebut sempat diwarnai kericuhan. Di mana, mahasiswa terlibat dorong-dorongan dengan polisi setelah berhasil menjebol pagar kawat berduri.
Namun, polisi berhasil memukul mundur mahasiswa. Untuk rasa yang memanas pun kembali kondusif setelah polisi membacakan ayat suci Alquran dan Asmaul Husna lewat pengeras suara.
Massa pun membubarkan diri sekitar pukul 17.00 WIB. Namun, akibat dari aksi ini beberapa mahasiswa diklaim mengalami luka-luka dan sempat diamankan polisi.
“Kami menjadi korban represifitas, ada 7 orang yang luka-luka. Yang katannya mahasiswa disebut untuk menyampaikan aspirasi akan diberikan keamanan, nyatanya tidak diberikan pengamanan,” ujar koordinator BEMSI, Yuza Muhammad.
Dia mengungkapkan sejak BEM SI melakukan unjuk rasa pada Selasa, 6 September 2022, sudah ada 50 mahasiswa yang luka-luka.
“Lebih dari 50 yang mungkin dikatakan bahwa kita diamankan. Pada aslinya, lihat di media sosial yang kami bawa, bapak ibu media di sini, lihat itu semua,” ungkap Yuza.
Diketahui gelombang unjuk rasa tolak kenaikan harga BBM ini sudah memasuki hari kesebelas sejak Senin 5 September 2022. Sejak saat itu, ribuan massa dari berbagai elemen telah menyuarakan aspirasinya. Namun, belum ada yang berhasil menembus pertahanan berlapis kepolisian menuju Istana Merdeka Kepresidenan RI di Jalan Medan Merdeka Utara.
Massa hanya dapat unjuk rasa di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.****





