Dave Akbarshah Fikarno: Lawan Hoaks dengan Literasi Digital

Dave Akbarshah Fikarno: Lawan Hoaks dengan Literasi Digital

Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno, menegaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial di Indonesia membawa dampak besar bagi masyarakat, baik positif maupun negatif. Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Dalam paparannya, Dave mengungkapkan sekitar 80 persen populasi Indonesia aktif menggunakan internet dan media sosial dengan durasi minimal tiga jam per hari. Menurutnya, arus informasi yang masif tersebut memberi manfaat besar, namun juga menghadirkan tantangan serius berupa hoaks dan disinformasi.

“Perkembangan teknologi digital dan media sosial di Indonesia itu berkembang sangat pesat. Arus informasi yang diterima tentunya memiliki dampak positif yang besar. Akan tetapi ada juga dampak negatif yang jumlahnya besar dan kecilnya tergantung bagaimana masyarakat memanfaatkan informasi tersebut,” ujarnya.

Dave menyoroti peran teknologi seperti artificial intelligence (AI), deepfake, dan digital scam yang mempercepat penyebaran hoaks. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tercatat 1.020 isu hoaks beredar sepanjang Januari–Agustus 2025, dengan isu politik dan pemerintahan menyumbang sekitar 30 persen.

Ia menegaskan, hoaks berpotensi memecah persatuan bangsa, menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah, serta memperburuk polarisasi di masyarakat. Karena itu, peningkatan literasi digital menjadi kunci agar masyarakat lebih kritis dan terbiasa melakukan verifikasi sebelum mempercayai informasi.

Selain penguatan regulasi melalui UU ITE dan UU PDP, Dave juga menekankan pentingnya diplomasi digital untuk menjaga kedaulatan ruang siber nasional. Ia menambahkan, generasi muda yang mendominasi pengguna internet harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya bermedia sosial yang bijak.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menggunakan media sosial secara cerdas dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Dave menutup dengan ajakan sinergi multipihak antara pemerintah, DPR, dan media arus utama untuk memastikan penyebaran informasi yang benar dan kredibel, sehingga ruang digital Indonesia tetap sehat dan produktif.

Pos terkait