CIA Ragukan Iran Akan Tumbang Usai Serangan AS-Israel

CIA Ragukan Iran Akan Tumbang Usai Serangan AS-Israel

Fajarasia.id – Pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) meragukan operasi militer bersama Israel akan segera menjatuhkan pemerintahan Teheran. Meski Presiden Donald Trump sempat mengisyaratkan tujuan serangan adalah menumbangkan rezim Iran, laporan intelijen terbaru menunjukkan hal itu kecil kemungkinan terjadi dalam waktu dekat.

CIA menilai, jika Khamenei wafat, kepemimpinan Iran justru akan digantikan tokoh garis keras dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau ulama konservatif. “Pejabat IRGC tidak mungkin menyerah secara sukarela, karena mereka diuntungkan oleh jaringan perlindungan luas,” ungkap seorang pejabat AS, dikutip Reuters, Selasa (3/3/2026).

Laporan intelijen juga mencatat tidak adanya pembelotan IRGC meski gelombang protes besar melanda Iran Januari lalu. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa aparat keamanan tetap menjadi penopang utama rezim. Mantan pejabat intelijen AS, Jonathan Panikoff, menegaskan keberhasilan oposisi hanya mungkin jika aparat memilih berpihak pada rakyat. “Jika tidak, sisa-sisa rezim akan mempertahankan kekuasaan dengan senjata,” ujarnya.

Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan dewan kepemimpinan sementara telah mengambil alih tugas Khamenei. Sementara itu, Washington disebut mulai membuka kembali komunikasi dengan Teheran, menandakan AS tidak melihat pergantian pemerintahan Iran akan terjadi dalam waktu dekat.****

Pos terkait