Faharasia.id — Pemerintah Tiongkok resmi memperpanjang kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Jepang untuk kunjungan jangka pendek hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral dan mendorong pertukaran antar masyarakat kedua negara.
Kebijakan tersebut memungkinkan warga Jepang untuk melakukan perjalanan ke China tanpa visa selama maksimal 30 hari. Sebelumnya, kebijakan ini dijadwalkan berakhir pada Desember 2025, namun diperpanjang menyusul kesepakatan strategis antara pemimpin kedua negara.
Pengumuman ini disampaikan pada Senin (3/11/2025) kemarin, tak lama setelah pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Korea Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Xi menekankan pentingnya memperluas interaksi antar masyarakat guna memperkuat pemahaman dan kerja sama regional.
Selain Jepang, China juga memperpanjang kebijakan bebas visa untuk warga dari sekitar 40 negara lainnya, termasuk Prancis, Jerman, Italia, Korea Selatan, dan Brasil. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi diplomasi terbuka yang bertujuan meningkatkan arus wisata dan memperkuat hubungan internasional.
Kebijakan bebas visa untuk wisatawan Jepang sebelumnya sempat ditangguhkan pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, dan baru kembali diberlakukan pada November 2024. Perpanjangan hingga 2026 menunjukkan komitmen Beijing dalam memulihkan sektor pariwisata dan mempererat hubungan dengan negara-negara mitra.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kunjungan wisatawan Jepang ke China akan meningkat, sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang ekonomi, budaya, dan pendidikan.***




