China Dorong Damai demi Stabilitas Ekonomi

China Dorong Damai demi Stabilitas Ekonomi

Fajarasia.id – China disebut melakukan upaya aktif mendorong gencatan senjata dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Langkah ini dinilai bukan semata diplomasi, melainkan berakar pada kepentingan ekonomi domestik, khususnya menjaga stabilitas ekspor dan pasokan energi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa Beijing telah melakukan serangkaian komunikasi intensif dengan berbagai negara, termasuk Rusia, Arab Saudi, Jerman, dan Iran, sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. “China telah melakukan upaya aktif untuk meredakan konflik,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah analis menilai peran Beijing lebih sebagai fasilitator ketimbang mediator langsung. Peneliti senior Council on Foreign Relations, Zongyuan Zoe Liu, menyebut langkah China bertujuan menjaga jalur perdagangan global tetap stabil. “Sebagai ekonomi berbasis ekspor, China sangat rentan terhadap gangguan perdagangan internasional,” katanya.

Selat Hormuz menjadi perhatian utama karena jalur vital ini menangani sekitar 20% pasokan minyak global. Hampir setengah impor minyak laut China melewati kawasan tersebut. Lonjakan harga energi telah menekan ekonomi domestik, dengan harga bensin di China naik 11% pada Maret dan pemerintah menaikkan harga bensin dua kali dalam enam minggu terakhir.

China sebelumnya berhasil memediasi normalisasi hubungan Iran dan Arab Saudi, namun kali ini perannya lebih terbatas. Beijing mendukung upaya mediasi negara lain, termasuk Pakistan yang dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin Iran dan AS di Islamabad.

Langkah diplomasi ini menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi tetap menjadi faktor utama di balik strategi luar negeri China, di tengah ketegangan geopolitik global yang belum mereda.****

Pos terkait