BSM Ingatkan Pentingnya Pakem ‘Study Tour’

Bramantyo Suwondo Mirdiantoro
Bramantyo Suwondo Mirdiantoro

Fajarasia.id – Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo Mirdiantoro alias (BSM) mengingatkan, pentingnya pakem yang mengatur tata cara kegiatan study tour. Komisi X DPR memandang, masih banyak ruang kosong tentang peraturan pelaksanaan kegiatan itu.

“Banyak hal yang kita sepakati dan bahas bersama, tentang keselamatan keamanan yang jadi esensis study tour itu. Maupun tentang pembiayaan dan juga ruang diskusi,” kata Anggota Komisi X DPR Bramantyo Suwondo Mirdiantoro, Senin (13/5/2024).

Bram mengatakan, Kemendikbudristek harus membuat pakem maupun peraturan untuk pelaksanaan study tour di instansi pendidikan. Dalam melaksanakan study tour ini, harus melihat syarat-syarat tentang keselamatan, kesehatan pelajar.

“Sehingga, kejadian yang kita tidak inginkan seperti hal yang menimpa SMK di Depok itu tidak terulang lagi. Itulah yang perlu digarisbawahi,” ucapnya.

Kemudian, Bram mencontohkan, pakem dalam melaksanakan study tour harus melihat sisi kelayakan kendaraan yang digunakan. Kemudian, study tour bekerja sama dengan pihak mana saja.

“Penyelenggaraan study tour harus mengetahui kendaraan apa yang dipakai, akomodasi apa, kerja sama dengan siapa. Lalu tujuan study tour itu ke mana, termasuk juga ruang-ruang diskusi pihak sekolah dengan wali murid harus transparan,” ujarnya.***

mengingatkan, pentingnya pakem yang mengatur tata cara kegiatan study tour. Komisi X DPR memandang, masih banyak ruang kosong tentang peraturan pelaksanaan kegiatan itu.

“Banyak hal yang kita sepakati dan bahas bersama, tentang keselamatan keamanan yang jadi esensis study tour itu. Maupun tentang pembiayaan dan juga ruang diskusi,” kata Anggota Komisi X DPR Bramantyo Suwondo Mirdiantoro, Senin (13/5/2024).

Bram mengatakan, Kemendikbudristek harus membuat pakem maupun peraturan untuk pelaksanaan study tour di instansi pendidikan. Dalam melaksanakan study tour ini, harus melihat syarat-syarat tentang keselamatan, kesehatan pelajar.

“Sehingga, kejadian yang kita tidak inginkan seperti hal yang menimpa SMK di Depok itu tidak terulang lagi. Itulah yang perlu digarisbawahi,” ucapnya.

Kemudian, Bram mencontohkan, pakem dalam melaksanakan study tour harus melihat sisi kelayakan kendaraan yang digunakan. Kemudian, study tour bekerja sama dengan pihak mana saja.

“Penyelenggaraan study tour harus mengetahui kendaraan apa yang dipakai, akomodasi apa, kerja sama dengan siapa. Lalu tujuan study tour itu ke mana, termasuk juga ruang-ruang diskusi pihak sekolah dengan wali murid harus transparan,” ujarnya.***

Pos terkait