BPIP Gemakan Pancasila dalam Tindakan di Ruang Publik

BPIP Gemakan Pancasila dalam Tindakan di Ruang Publik

Fajarasia.id – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggemakan Pancasila in Action (Pancasila dalam Tindakan) di ruang publik. Program ini menyasar generasi muda, karena dinilai tidak begitu paham tentang Pancasila.

Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Aris Heru Utomo mengatakan itu, saat perbincangan bersama RRI, Kamis (1/6/2023). “Tantangan terbesarnya Pancasila in Action adalah pemahaman dari sisi sejarah dan pemaknaan nilai-nilanya,” katanya.

Setara Institute bersama International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), mengeluarkan hasil survei kondisi toleransi siswa SMA. Survei menyatakan, 83,3 persen responden siswa SMA mendukung persepsi Pancasila bukan ideologi yang permanen, atau dapat diganti.

Aris menyesalkan banyaknya siswa SMA yang menganggap Pancasila sebagai ideologi yang dapat diganti. “Ini menjadi salah satu tantangan kita,” ujar Aris.

Ia menekankan, program Pancasila in Action bukan sekedar konsep. Program ini juga harus diaktualisasi dalam kehidupan masyarakat.

“Ini perlu diperkenalkan kembali ke ruang publik,” ucapnya. “Disadari atau tidak selama dua dekade terakhir pascareformasi 1998, praktis tidak ada lagi pembelajaran Pancasila di bangku pendidikan”.

Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 yang tidak lagi mencantumkan mata pelajaran Pancasila. “Ini salah satu keprihatinan kita, sehingga kita mencoba menghidupkan kembali di ruang publik dalam bentuk tindakan,” katanya.

Deputi VI Kemenko PMK Prof Warsito menyoroti tantangan yang dihadapi dalam penerapan nilai-nilai Pancasila terhadap generasi muda. Salah satunya melalui media sosial.

Prof Warsito menilai, generasi muda mudah terpengaruh dengan perkembangan global dan infiltrasi budaya negara lain. “Ini suatu tantangan eksternal yang sangat mungkin mempengaruhi nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi warisan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini harus dijadikan sebagai momentum menggemakan Pancasila. Ideologi bangsa tersebut harus kembali dihadirkan ke tengah masyarakat.

“Kesamaan kita fondasinya Pancasila. Di mana Pancasila ini memiliki nilai-nilai luhur yang bisa kita pedomani bersama,” ucap Prof Warsito.****

 

Pos terkait