Fajarasia.id — Upaya pencegahan banjir di ibu kota terus dilakukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta kembali melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) hari ini, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hujan ekstrem.
“Hari ini masih ikhtiar OMC, hari ini terakhir,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD, Mohamad Yohan, kepada wartawan.
Menurut Yohan, BPBD Jakarta akan mengerahkan pesawat untuk tiga kali penerbangan dalam rangka operasi hari ini. Sementara itu, konfirmasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait keterlibatan tambahan penerbangan belum diterima.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak cuaca ekstrem di Jakarta terjadi sehari sebelumnya. Mulai hari ini, intensitas hujan diperkirakan menurun, dengan potensi cuaca ekstrem bergeser ke wilayah timur Pulau Jawa dalam beberapa hari ke depan.
“Puncak cuaca ekstrem menurut BMKG kemarin. Hari ini mulai turun dan beberapa hari ke depan potensi cuaca ekstrem bergeser ke arah timur Pulau Jawa,” jelas Yohan.
Yohan menambahkan, operasi modifikasi cuaca juga telah dilakukan sehari sebelumnya. BNPB melaksanakan lima kali penerbangan dari pagi hingga malam, sementara BPBD Jakarta melakukan tiga kali penerbangan. Total delapan penerbangan digelar untuk mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi musim hujan yang kerap menimbulkan genangan dan banjir di Jakarta. Dengan operasi modifikasi cuaca, diharapkan curah hujan dapat dikendalikan sehingga dampak ekstrem bisa diminimalisasi.





