Fajarasia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaksimalkan pemadaman udara bombing air menggunakan helikopter. Tujuannya, agar di hari ke-4 kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang dapat dikendalikan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, operasi ‘water bombing’ mendukung pengendalian Kebakaran TPA Rawa Kucing. BNPB telah mengirimkan satu unit helikopter water bombing PK – DBM/ AS350B3e yang direlokasi dari Provinsi Bali.
“Operasi water bombing sudah berjalan dengan rencana 50 kali × 800 liter dropping air dari pukul 07.00 sampai 17.00 WIB. Kami juga meminta pesawat yang terdampak menyiapkan tambahan bahan bakar sebelum berangkat,” kata Suharyanto, Senin (23/10/2023).
Suharyanto menyatakan, kebakaran sudah terjadi sejak Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB. Kebakaran mencakup 34,8 hektare dengan ketebalan asap sekitar 20 meter.
Lokasi kebakaran relatif dekat landasan Bandara Soekarno-Hatta, tepatnya lebih condong ke runway 07R-25L. Menurut Suharyanto, proses pemadaman di darat sudah melibatkan 28 unit pemadam kebakaran dan lima tangki air.
Dengan melibatkan Provinsi Banten, Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan. Suharyanto juga mengatakan telah berkoordinasi dengan Direktur Air NAv Indonesia di Bandara Soekarno Hatta.
Terkait rencana penggunaan satu unit helikopter untuk melakukan water bombing. Dia juga akan mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) tentang penundaan selama operasi water bombing.
“Selanjutnya akan dikeluarkan NOTAM expected delay selama operasi pemadaman dengan water bombing. Sehingga penerbangan yang terdampak bersiap tambah fuel sebelum berangkat,” ujar Suharyanto.
Asap kebakaran memang sempat mengganggu, tetapi sudah tertangani pada Sabtu (21/10/2023) sore. Seperti disampaikan Senior Manager of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno Hatta PT Angkasa Pura II, M Holik Muardi.****





