Fajarasia.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banyak ladang pertanian petani di Indonesia yang mengalami banjir. Hal itu mengakibatkan, para petani mengalami gagal panen atau puso.
Atas dasar itulah, Presiden Jokowi mengucurkan dana Rp8 juta per hektare kepada petani yang mengalami puso. Terlebih, kasus banjir yang menimpa petani itu sudah terjadi sejak tahun 2023.
“Bantuan ini adalah bantuan yang sebenarnya dari kasus banjir di tahun 2023, jadi bukan di 2024. Pada 2023 sewaktu Presiden Jokowi meninjau, sekitar Mei atau Juni itu para petani melaporkan banyak lahan tedampak banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan komunikasi kebencanaan BNPB Abdul Muhairi, Rabu (21/2/2024).
Terhadap lahan pertanian yang mengalami banjir itu, Abdul mengatakan, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya melakukan pendataan yang rinci. Terutama, mengenai kerugian yang ditimbulkan oleh banjir tahun 2023.
“BNPB itu melakukan pendataan dari bawah, jadi artinya benar-benar kita minta pemerintah daerah yang memberikan data itu. Jadi, sifatnya bukan top down, tapi dari data pemerintah daerah sendiri, dari laporan masyarakat petani,” katanya, mengungkapkan.
Selama melakukan pendataan, Abdul memastikan, BNPB telah berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian. Khususnya, dalam mengkroscek data petani yang sudah mendapat bantuan dari asuransi.
“Karena juga ada program dari Kementerian Pertanian dalam asuransi iklim terhadap lahan pertanian. Nah, proyek ini memerlukan waktu supaya benar-benar tidak tumpang tindih,” ucapnya.***





