Fajarasia.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda wilayah Jawa Tengah dalam tiga hari ke depan. Masyarakat, khususnya di kawasan selatan Jateng, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai angin kencang.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, pada Kamis (23/10/2025). Ia menyebut bahwa intensitas hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah seperti Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya.
“Pantauan kami menunjukkan hujan telah mengguyur sejak pagi dengan intensitas sedang hingga lebat. Diprakirakan akan meluas ke wilayah tengah dan utara pada siang hingga malam hari,” ujar Teguh.
Fenomena cuaca ini dipicu oleh aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) di fase 3 yang berada di wilayah Samudra Hindia, sehingga memicu pembentukan awan hujan lebih intens. Selain itu, nilai Dipole Mode Index (DMI) yang berada di angka negatif 1,27 turut memperbesar peluang terjadinya hujan deras.
Teguh juga menjelaskan bahwa suhu muka laut yang lebih hangat dari rata-rata di kawasan Laut Jawa meningkatkan proses penguapan, yang memperkuat potensi terbentuknya awan hujan.
BMKG mencatat suhu udara di wilayah terdampak berkisar antara 23–31°C dengan kelembapan relatif antara 69–97 persen. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 5–35 km/jam dari arah tenggara.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang dapat terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem ini,” tutup Teguh.*****





