BI: Skema Keuangan Campuran Cocok Biayai Proyek Hijau

BI: Skema Keuangan Campuran Cocok Biayai Proyek Hijau

Fajarasia.co – Skema keuangan campuran merupakan cara yang paling tepat untuk membiayai proyek hijau dan inklusif. Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

“Bukan hanya skema keuangan komersial atau keuangan sosial saja, tetapi skema keuangan campuran. Kami memiliki proyek yang merupakan kombinasi dari pendidikan serta mal komersial,” kata Perry kepada wartawan, Kamis (6/10/2022).

Dalam pembiayaan, ia menjelaskan biasanya memang terdapat skema keuangan komersial yang sudah dikenal masyarakat. Terdapat pula pembiayaan sosial yang biasanya berbentuk keuangan syariah seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf produktif.

“Guna merancang struktur keuangan, skema keuangan campuran harus terus digali. Ini agar bisa menjadi salah satu bentuk transformasi perekonomian,” ujarnya.

“Dengan begitu, struktur pembiayaan bisa terdiri dari surat berharga syariah negara (SBSN) alias sukuk yang dapat dikomersialkan, wakaf, atau zakat, infak, dan sedekah. Jadi, campuran keuangan komersial serta keuangan sosial,” ucapnya.

Di sisi lain, Perry menuturkan skema keuangan campuran tersebut harus bisa terus dikampanyekan. Tentu untuk bisa mengajak seluruh pihak berpartisipasi.

Mengingat, BI setiap tahunnya terus membuat kampanye ekonomi hijau melalui berbagai acara. Seperti festival ekonomi syariah regional serta festival ekonomi syariah internasional.

“Mari berkampanye untuk mengubah perilaku, keyakinan, dan cara kita untuk maju. Jangan kembali ke cara lama dalam pembangunan ekonomi karena di era normal baru kini, kemajuan ekonomi selalu hijau, inklusif, dan digital,” katanya.****

Pos terkait