Fajarasia.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) usai tragedi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para korban, KKP memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang ditinggalkan.
Wakil Menteri KKP, Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan, menyampaikan langsung amanat Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam upacara penghormatan dan pelepasan jenazah di kampus AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).
“Kepada keluarga almarhum, kami akan memberikan santunan sesuai ketentuan yang berlaku. Anak-anak almarhum juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka,” ujar Didit.
Tiga nama yang gugur dalam tugas—Ferry Irawan, Yoga Naufal Prakoso, dan Kapten Andy Dahananto—disebut satu per satu dalam suasana haru. Didit mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar para almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Semoga amal ibadah mereka diterima dan segala dosanya diampuni,” ucapnya lirih.
Dalam kesempatan itu, Didit juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses evakuasi, mulai dari Kementerian Perhubungan, Basarnas, TNI-Polri, hingga para relawan yang bekerja tanpa lelah selama tujuh hari pencarian.
“Terima kasih atas kerja keras dan solidaritas semua pihak. Tanpa kalian, proses evakuasi ini tak akan berjalan secepat dan sebaik ini,” tuturnya.
Langkah pemberian beasiswa ini menjadi simbol komitmen KKP untuk tidak meninggalkan keluarga para pahlawan kelautan yang gugur dalam tugas. Di tengah duka, hadir secercah harapan bagi generasi yang ditinggalkan untuk terus melanjutkan cita-cita orang tuanya.




