Fajarasia.id — Upaya penyelundupan benih bening lobster (BBL) ke luar negeri kembali digagalkan oleh Bea Cukai Soekarno-Hatta. Dalam operasi bersama dengan Badan Karantina Indonesia, petugas berhasil mengamankan barang bukti senilai Rp5,17 miliar yang hendak dikirim ke Singapura melalui jalur udara.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari pemeriksaan terhadap empat orang tersangka yang membawa koper berisi benih lobster di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Berdasarkan keterangan mereka, aksi tersebut dikendalikan oleh dua individu berinisial A dan S yang masih dalam pencarian.
“Para pelaku diarahkan oleh A dan S untuk mengambil koper dan menyerahkannya kepada seseorang di Singapura. Mereka dijanjikan imbalan antara Rp10 hingga Rp15 juta untuk setiap pengiriman,” jelas Gatot.
Penyelundupan dilakukan melalui penerbangan AirAsia QZ-264 dengan tujuan Singapura. Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan delapan koper berisi 172 kemasan benih lobster dengan total 172.611 ekor. Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial MR (38), PA (46), SA (36), dan DO (26).
Rincian jumlah benih lobster yang ditemukan adalah sebagai berikut:
PA: 52.400 ekor
MR: 32.287 ekor
SA: 40.000 ekor
DO: 47.924 ekor
Seluruh benih lobster yang diamankan akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya di Pantai Carita, Pandeglang, bekerja sama dengan Barantin dan PSPL Serang.
Kepala Karantina Banten, Duma Sari Margaretha Harianja, menegaskan bahwa benih lobster termasuk komoditas yang pengelolaannya diatur secara ketat. Ekspor benih hanya diperbolehkan dengan izin resmi sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7 Tahun 2024.
“Tujuan pembatasan ekspor benih lobster adalah untuk mendukung budidaya dalam negeri, meningkatkan ekspor lobster konsumsi, serta menjaga kelestarian populasi lobster di alam,” ujar Duma.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antarinstansi dalam menjaga sumber daya kelautan Indonesia dari praktik ilegal yang merugikan negara dan lingkungan.****




