Banggar DPR: Usulan BBM Naik Bisa Tekan Daya Beli

Banggar DPR: Usulan BBM Naik Bisa Tekan Daya Beli

Fajarasia.id – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Wihadi Wiyanto, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki pondasi kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi, meski menghadapi tekanan harga energi global.

Pernyataan ini disampaikan Wihadi menanggapi usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), agar pemerintah menaikkan harga BBM demi mengurangi beban subsidi. Menurut Wihadi, langkah tersebut justru berisiko menurunkan daya beli masyarakat.

“Fundamental ekonomi kita tetap terjaga, inflasi terkendali, pertumbuhan positif, dan APBN mampu bekerja sebagai shock absorber untuk menahan tekanan global,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi fiskal Indonesia masih sehat dengan defisit terkendali dan rasio utang aman. Pendapatan negara hingga Maret 2026 tercatat Rp574,9 triliun, tumbuh 10,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini memberi ruang bagi pemerintah untuk menambah subsidi energi tanpa harus menaikkan harga BBM.

Wihadi menilai, kenaikan harga energi akan memicu inflasi, melemahkan daya beli, dan menimbulkan efek domino terhadap perekonomian. Karena itu, keputusan pemerintah mempertahankan harga BBM dinilai sebagai langkah strategis untuk melindungi masyarakat.

“Keputusan tidak menaikkan harga BBM adalah bukti hadirnya negara dalam menjaga daya beli rakyat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar tokoh nasional, termasuk JK, melihat kondisi APBN secara menyeluruh sebelum mengusulkan kebijakan yang berpotensi menekan perekonomian.****

Pos terkait