Fajarasia.id — Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masa krisis pasokan energi, khususnya LPG, telah berhasil diatasi. Hal ini disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Halalbihalal keluarga besar Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (8/4).
Menurut Bahlil, krisis yang sempat terjadi akibat stok LPG nasional turun di bawah batas aman 10 hari pada 4 April lalu kini sudah terlewati. Pemerintah melakukan lobi darurat ke sejumlah negara, termasuk Jepang, Australia, dan Brunei, sehingga pasokan kembali stabil.
“Alhamdulillah berkat kerja tim dan komunikasi yang baik, masa krisis kita sudah lewat. Kapal sudah masuk dan cadangan kembali di atas 10 hari,” ujar Bahlil di hadapan kader Golkar.
Selain menjamin ketersediaan pasokan, Bahlil menekankan bahwa harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik. Pemerintah memilih menutup beban subsidi dengan pendapatan lain, seperti royalti tambang dan bea ekspor nikel. “Kalau dulu harga naik, rakyat yang menanggung. Sekarang kita pertahankan harga, pemerintah yang carikan solusinya,” tegasnya.***





