Bahlil: Investasi Butuh Hilirisasi, Kolaborasi dengan UMKM

Bahlil: Investasi Butuh Hilirisasi, Kolaborasi dengan UMKM

Fajarasia.co – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan, tantangan mewujudkan investasi berkelanjutan yakni harus adanya kontribusi investasi terhadap hilirisasi. Hal itu disampaikan Bahlil dalam pembukaan Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (23/9/2022).

“Penting saya tegaskan bahwa negara berkembang wajib diberikan kesempatan menaiki tangga yang sama untuk mencapai puncak seperti yang telah dilakukan dahulu oleh negara-negara maju,” ujar Bahlil.

Bahlil mengatakan, investasi berkelanjutan juga perlu ramah terhadap kepentingan masyarakat setempat. Kolaborasi investor besar dengan pelaku UMKM lokal juga perlu didorong untuk memastikan investasi berkelanjutan menjadi investasi yang inklusif.

Menurut Bahlil, saat ini masih terjadi ketidakadilan arus investasi antara negara berkembang dengan negara maju di bidang energi hijau. Termasuk di dalamnya harga kredit karbon.

“Saat ini masih terjadi ketimpangan, hanya 1/5 saja dari investasi energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. Ke depan perlu kesepakatan aturan pasar karbon yang lebih adil dan berimbang antara negara maju dan berkembang,” ucap Bahlil.

Bahlil menerangkan, pentingnya dukungan negara G20 untuk mengadopsi kompendium (karangan ilmiah) sebagai referensi kebijakan. Kebijakan bagi penyusunan dan impelementasi strategi dalam menarik investasi yang berkelanjutan.

Bahlil mengajak negara-negara G20 untuk bergandengan tangan menyelesaikan permasalahan rantai pasok dunia. Tujuannya mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, terutama mengurangi kemiskinan dan memerangi kelaparan.

“Singkatnya, G20 harus menjadi payung bersama penyusunan desain pembangunan global yang adil, sejahtera, inklusif, dan lestari. Khususnya menyuarakan kepentingan negara berkembang dan kelompok-kelompok miskin dan rentan,” ujar Bahlil.****

Pos terkait