Fajarasia.id – Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada dalam koridor demokrasi dan jauh dari kesan otoriter.
Menurut Ayip, indikator penting yang menunjukkan hal tersebut adalah keterbukaan pemerintah terhadap kritik publik, komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta tidak adanya pembatasan sistemik terhadap oposisi maupun organisasi masyarakat sipil. “Rezim otoriter biasanya menutup ruang kritik sejak awal. Sementara saat ini, kritik tetap diakui meski ada catatan terkait ekspresi kebencian,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketegasan negara tetap harus diawasi publik agar tidak bergeser ke arah yang lebih restriktif. Terkait komitmen Presiden Prabowo menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Ayip menilai hal itu sebagai sinyal positif bagi penegakan hukum yang transparan.
“Saya melihat ini sebagai arah yang benar, tetapi tetap perlu dikawal agar tidak berhenti di level retorika,” pungkasnya.***




