Arief Prasetyo Adi: Jejak Karier dari Dunia Ritel ke Kepemimpinan Pangan Nasional

Arief Prasetyo Adi: Jejak Karier dari Dunia Ritel ke Kepemimpinan Pangan Nasional

Fajarasia.id — Pemerintah resmi melakukan pergantian pimpinan di Badan Pangan Nasional (Bapanas). Melalui Surat Keputusan Presiden yang diumumkan pada Kamis (9/10), Menteri Pertanian Amran Sulaiman ditunjuk sebagai Kepala Bapanas, menggantikan Arief Prasetyo Adi.

Arief, sosok yang dikenal sebagai pengusaha pangan asal Kalimantan Tengah, telah menorehkan perjalanan karier yang panjang dan beragam. Lahir di Palangka Raya, ia mengawali pendidikan tinggi di bidang Teknik Sipil di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi Magister Teknik dan menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Kyungsung University, Korea Selatan.

Sebelum aktif di sektor pangan, Arief menghabiskan lebih dari dua dekade di industri ritel. Ia menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan-perusahaan besar, membentuk fondasi kepemimpinan dan keahlian bisnis yang solid.

Langkah awal Arief di sektor pangan dimulai saat ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya pada 2015. Lima tahun kemudian, ia dipercaya memimpin PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yang merupakan induk dari Holding BUMN Pangan ID FOOD.

Pada 21 Februari 2022, Arief dilantik sebagai Kepala Bapanas untuk pertama kalinya. Dalam masa jabatannya, ia menekankan pentingnya stabilisasi harga dan penguatan ketahanan pangan nasional. Salah satu pencapaian pentingnya adalah pelaksanaan program bantuan pangan yang menjangkau jutaan keluarga di berbagai daerah, menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga akses pangan masyarakat.

Kepercayaan terhadap Arief kembali ditegaskan saat Presiden Prabowo Subianto menunjuknya kembali sebagai Kepala Bapanas pada tahun 2024. Penunjukan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Kini, dengan tongkat estafet kepemimpinan Bapanas berpindah ke tangan Amran Sulaiman, Arief meninggalkan jejak kontribusi yang signifikan dalam transformasi kebijakan pangan nasional. Perjalanan kariernya menjadi bukti bahwa pengalaman lintas sektor dapat menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan Indonesia.***

Pos terkait