Antisipasi Ancaman Kedaulatan, TNI Kembangkan Strategi Pertahanan Nusantara

Antisipasi Ancaman Kedaulatan, TNI Kembangkan Strategi Pertahanan Nusantara

Fajarasia.id – Perkembangan dan modernisasi Iptek tidak hanya mengaburkan ancaman pada pertahanan dan kedaulatan suatu negara. Ancaman itu kini tidak lagi hanya bersifat militer, tapi juga non militer dan bahkan hibrid.

“TNI adalah alat pertahanan negara yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir tegaknya NKRI. Maka tantangan besar itu menjadi tugas utama TNI untuk dihadapi dengan segala daya dan upaya yang dimiliki,” kata Panglima TNI Yudo Margono lewat rilis yang diterima Redaksi, Kamis (21/9/2023).

Untuk itu, lanjutnya, TNI saat ini sedang mengembangkan sebuah strategi militer yang disebut sebagai Strategi Pertahanan Nusantara (SPN). Yudo mengatakan itu disela acara Seminar Nasional ‘Mempertahankan NKRI, Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara’.

SPN adalah strategi militer yang dibangun dengan memanfaatkan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Sehingga mampu menjadi pertahanan negara yang melindungi seluruh wilayah NKRI dengan kekuatan yang menyeimbangkan. Serta dengan menguatkan kekuatan pertahanan dalam menghadapi ancaman yang ada,” ucap Panglima TNI.

Seimbang dalam arti proporsional, mampu hadir untuk menghadapi kekuatan musuh, mengikuti poros datangnya ancaman yang ada. “Sedangkan menguatkan, dalam arti memberikan perkuatan yang belum mampu diwujudkan secara mandiri dalam kondisi tertentu,” ucapnya.

Jadi, kata dia, SPN ini memadukan strategi dari ketiga matra yaitu strategi pertahanan pulau besar oleh TNI Angkatan Darat. Sedangkan strategi pertahanan laut nusantara oleh TNI AL, dan strategi udara kepulauan nusantara oleh TNI AU.

“Dan ini menjadi satu kesatuan strategi militer yang komprehensif dalam menjaga kedaulatan, integritas, dan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,” kata ujar Yudo.

Dan hal itu, menurut dia, tidak saja membutuhkan profesionalisme prajurit dan sumber daya kekuatan pertahanan yang besar dan tangguh. Tetapi juga dibutuhkan cara bertindak atau strategi pertahanan yang efektif dan efisien dalam menghadapi ancaman terhadap NKRI.

“Hasil dari seminar ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi kesempurnaan strategi pertahanan nusantara. Yang tentunya akan melengkapi strategi lainnya yang sudah ada,” katanya.***

Pos terkait