Fajarasia.id – Anggota Komisi VI DPR mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) meningkatkan layanan kepada masyarakat. DPR juga mengapresiasi langkah Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam mengantisipasi pertumbuhan permintaan layanan yang semakin tinggi.
“Kami akan terus mendorong dan memberikan dukungan kepada KAI untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Langkah strategis yang diambil Direktur Utama KAI baik secara internal maupun eksternal sudah tepat dan terbukti dari kinerja layanan KAI yang tumbuh berkelanjutan,” ujar Andre Rosiade anggota komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra dalam keterangan yang dikutip dari Humas KAI, Sabtu (13/7/2024).
Andre membenarkan upaya meningkatkan kinerja KAI secara berkelanjutan menghadapi berbagai. Tantangan tersebut seperti pihak-pihak yang tidak ingin berubah, kompetisi yang semakin ketat, dan tuntutan pengguna jasa kereta api.
Ia juga mengapresiasi upaya KAI membangun budaya perusahaan yang positif dan kompetitif. Mereka berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang adaptif dengan perkembangan teknologi.
“Saya mendapat informasi bahwa beberapa tahun ini karyawan muda KAI dikirim ke berbagai negara untuk mengikuti kompetisi. Itu adalah upaya peningkatan kualitas SDM yang baik,” kata Andre.
Keberhasilan KAI terbukti dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan jasa kereta api. Contohnya adalah kepadatan penumpang kereta pada jam sibuk, pagi dan sore, saat masyarakat berangkat dan pulang bekerja.
Peningkatan kepadatan penumpang ini menjadi perhatian serius bagi KAI. Jika kepadatan penumpang tidak diimbangi penambahan kereta, rasionya dapat mencapai 242 persen atau 2,42 kali dari kapasitas kereta.
Saat ini, cadangan kereta sudah habis terpakai karena beberapa kereta sudah tidak bisa difungsikan. Untuk memenuhi kebutuhan tambahan kereta yang sangat mendesak, KAI memerlukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,8 triliun.
Permohonan PMN tersebut telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI, Selasa (9/7/2024). Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAI Salusra Wijaya menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan dan modernisasi kereta.****





