Anggota DPR RI Dukung Presiden Jokowi Lanjutkan Hilirisasi Nikel

Anggota DPR RI Dukung Presiden Jokowi Lanjutkan Hilirisasi Nikel

Fajarasia.co – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan program hilirisasi nikel. Sekalipun Uni Eropa mengajukan gugatan, terkait penghentian ekspor biji nikel mentah ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Sebab, menurutnya, ketegasan Presiden dilandasi oleh amanah konstitusi untuk dapat mengoptimalkan dan mengembangkan hilirisasi komoditas nikel. Tujuannya adalah nilai tambah nikel semakin besar, untuk kepentingan nasional.

“Saatnya kita optimalkan sumber daya alam kita sebesar-besarnya. Ini untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat konstitusi,” kata Mukhtarudin kepada wartawan, Selasa (13/9/2022).

Dinilainya, ketegasan Presiden Jokowi terkait larangan ekspor bahan mentah biji nikel ini menjadi kode keras. Khususnya kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih proaktif dan progresif mencari mitra usaha.

“Baik mitra di dalam, maupun luar negeri,” ujarnya. “Dalam hal ini investor luar negeri dengan tentu tetap mengedepankan kepentingan nasional kita.”

Pemerintah melarang ekspor biji nikel sejak 1 Januari 2020. Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019.

Mukhtarudin menekankan, ia tidak hanya mendukung kebijakan larangan ekspor bahan mentah biji nikel. Melainkan jika Presiden ingin menambah daftar larangan ekspor komoditas, seperti tembaga juga akan didukungnya.

“Pokoknya siap dukung kebijakan Pak Jokowi itu ya,” ucapnya. “Tinggal bagaimana strategi kita untuk men-support kebijakan itu.”

Menurutnya, Indonesia tidak perlu takut dengan ancaman Eropa yang akan membawa masalah ini ke WTO. Karena kedaulatan bangsa jauh lebih penting dari ancaman atau tekanan WTO.

“Pelarangan ekspor bahan mentah ini sangat tepat untuk memperlihatkan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara yang kuat,” katanya. “Juga untuk membuka lapangan kerja.”

Presiden Jokowi tidak gentar dengan ancaman Uni Eropa untuk membawa masalah pelarangan ekspor bahan mentah nikel ke WTO. Sekalipun nanti WTO akan memenangkan gugatan Uni Eropa.

“Nggak apa-apa, tapi barangnya sudah jadi dulu, industrinya sudah jadi,” ujar Presiden. “Nggak apa-apa, kenapa kita harus takut?”.****

Pos terkait