Ancaman Trump terhadap Iran Akibatkan Rupiah Makin Tertekan

Ancaman Trump terhadap Iran Akibatkan Rupiah Makin Tertekan

Fajarasia.id – Nilai tukar rupiah melemah signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (19/6/2025). Menurut Bloomberg, rupiah turun 0,57 persen atau 93 poin menjadi Rp16.406 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar dipengaruhi perkembangan perang Iran-Israel. Terutama setelah Presiden AS, Donald Trump, memberi sinyal akan ikut campur pada perang tersebut.

Bloomberg memberitakan pejabat senior AS sedang menyiapkan serangan ke Iran dalam beberapa hari mendatang. “Meski belum ada kepastian, kemungkinan akhir pekan sebagai waktu untuk bertindak,” kata analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi.

​Lontaran ancaman Trump kepada Iran semakin memperburuk ketidakpastian global. Di sisi lain, Iran terus membombardir Tel Aviv dan rudalnya berhasil Iran memporakporandakan gedung bursa efek Israel.

Nilai tukar rupiah juga dipengaruhi keputusan the Fed mempertahankan suku bunga pada Juni 2025. “Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan inflasi kemungkinan meningkat musim panas ini seiring diberlakukannya tarif Trump,” ucap Ibrahim.

Powell mengisyaratkan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. Pada 2026, dia memperkirakan suku bunga pada level 3,6 persen dan pada 2027 sebesar 3,4 persen.

Di dalam negeri, Ibrahim mencermati dampak gaji bulan ke-13 yang diberikan kepada ASN pada Juni 2025. “Diperkirakan ini akan memberi dorongan signifikan kepada pertumbuhan ekonomi kuartal kedua,” ujarnya.

Namun, gejolak global yang dipicu perang di Timur Tengah akan menjadi tantangan bagi perekonomian Indonesia. Pada kuartal kedua, pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih di bawah lima persen seperti kuartal pertama yang mencapai 4,87 persen.

Namun, paket insentif yang diberikan pemerintah selama Juni dan Juli diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat. Konsumsi yang meningkat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.****

Pos terkait