Fajarasia.id – PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) berkomitmen
mendukung ekosistem keuangan inklusif di Indonesia untuk membuka
kesempatan yang sama bagi masyarakat dalam mengakses solusi keuangan
secara terjangkau dan berkelanjutan.
“Setiap tahun, credit gap (kebutuhan penandaan di Indonesia) Rp1.600
triliun, tapi dari Rp1.600 triliun, hanya Rp900 triliun yang bisa
dilayani,” ujar CEO AdaKami Bernardino Moningka Vega Jr dalam Media
Gathering & AdaKami Journalist Award 2023, Jakarta,sebagaimana rilis
yang di terima Redaksi, Kamis (30/11/2023).
Menurut dis masih ada kekurangan gap sekitar Rp700 triliun setiap
tahun. AFFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) mengisi
sebagian dari kekosongan credit gap ini, tetapi juga harus diiringi
dengan inklusi keuangan, dengan sosialisasi, peningkatan pengetahuan
literasi keuangan dari masyarakat.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2022
mencatatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia mengalami
kenaikan menjadi 49,68 persen dan 85,10 persen dari sebelumnya 38,03
persen dan 76,19 persen pada 2022.
Dalam hal ini, pihaknya terlibat dalam upaya meningkatkan inklusi dan
literasi keuangan di Indonesia. Sepanjang 2023, ada 21 kegiatan yang
dilaksanakan oleh AdaKami, antara lain Edukasi Literasi Ekonomi Hijau
Lewat Aksi Tanam 500 Pohon Mangrove di Jakarta Utara, Campus Visit
AdaKami Bertajuk Muda Paham Fintech, hingga #AdaEducation Instagram Live
Season 3 – Merdeka dari Insecure.
Selain itu, pihaknya juga berkontribusi dalam memberikan dukungan
finansial kepada lebih dari tiga juta warga yang tersebar di seluruh
Indonesia selama lima tahun terakhir.
AdaKami menilai perluasan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah
satu kunci untuk menyejahterakan Indonesia di masa mendatang.
“Inklusi keuangan adalah hak fundamental setiap individu. Kami percaya
bahwa dengan memberikan akses dan pendidikan keuangan, kita dapat
menciptakan perubahan positif dalam kehidupan banyak orang. Langkah ini
juga kami lakukan untuk membantu masyarakat Indonesia melewati tantangan
finansial serta memberikan akses yang lebih baik kepada peluang ekonomi
yang ada,” katanya dalam keterangan tertulis.****





