Pasar Saham Rontok, Trump Tuding Kemenangan Demokrat Jadi Pemicu

Pasar Saham Rontok, Trump Tuding Kemenangan Demokrat Jadi Pemicu

Fajarasia.id  — Presiden Donald Trump akhirnya membuka suara setelah Partai Republik menelan kekalahan signifikan dari Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat. Dalam pidato publik perdananya usai pemilu, Trump secara terbuka mengaitkan penurunan nilai pasar saham AS sebesar 3 triliun dollar AS (sekitar Rp54.000 triliun) dengan hasil pemilu yang memenangkan oposisi.

“Negara kita kehilangan nilai hingga 3 triliun dollar AS, dan itu semua terjadi karena hasil pemilu,” ujar Trump di hadapan audiens pada sebuah gelaran industri transportasi dan kedirgantaraan, sebagaimana dilaporkan NBC News yang dikutip Redaksi pada Minggu (8/11/2026).

Menurut Trump, guncangan di pasar finansial tersebut menjadi indikator bahwa respons pasar kurang menguntungkan terhadap pergeseran kekuatan politik di Kongres.

Hasil hitung cepat menunjukkan Partai Demokrat berhasil menguasai mayoritas suara di dua kamar Kongres—Senat dan Majelis Perwakilan Rakyat (DPR). Di Senat, Demokrat memimpin dengan 54 kursi berbanding 44 kursi untuk Republik. Sementara di DPR, dominasi Demokrat semakin kentara dengan raihan 254 kursi mengungguli Republik yang memperoleh 162 kursi.

Sejumlah kawasan yang selama ini menjadi basis kuat Partai Republik, seperti Texas, Kansas, Iowa, Ohio, hingga South Carolina, terbukti gagal dipertahankan dan beralih tangan ke Demokrat.

Menanggapi kekalahan meluas di berbagai red states, Trump menyebut salah satu faktor utamanya adalah performa para kandidat lokal yang dinilainya kurang maksimal menjaring suara penentu. Ia menegaskan, peta kekuatan politik mungkin akan berbeda jika namanya tercantum dalam lembar sejajar kandidat pemilu sela tersebut.

Meski demikian, garis pertahanan Republik tidak sepenuhnya runtuh. Di Florida, wilayah tempat tinggal Trump, para politisi Republik berhasil mempertahankan dominasi. Byron Donalds mengamankan kursi gubernur, sementara Senator Ashley Moody sukses terpilih kembali.

Hingga saat ini, lanskap politik AS tengah bersiap menghadapi dinamika baru seiring dengan berpindahnya kontrol legislatif ke tangan Partai Demokrat.****

Pos terkait