Fajarasia.id — Duka mendalam menyelimuti kota Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Tragedi runtuhnya atap bangunan sekolah swasta Al-Khair Education Centre berujung maut dengan korban jiwa yang terus bertambah hingga mencapai 33 orang, terdiri dari 32 siswa dan seorang guru.
Juru bicara Lady Reading Hospital, Mohammad Asim, mengonfirmasi pada Jumat (16/10/2026) bahwa di antara korban meninggal dunia terdapat 12 siswi serta seorang guru perempuan. Selain itu, sebanyak 45 korban lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Rata-rata korban yang terdampak merupakan anak-anak berusia rentang 6 hingga 12 tahun. Korban termuda dilaporkan baru berumur 6 tahun, sedangkan yang tertua berusia 14 tahun. Pihak rumah sakit langsung mengumumkan status darurat untuk menangani para korban cedera.
Kronologi dan Evakuasi Cepat
Berdasarkan keterangan petugas di lokasi, insiden berdarah ini bermula ketika atap di lantai teratas mendadak ambruk dan menimpa ruang kelas di bawahnya. Hantaman keras tersebut memicu kehancuran berantai hingga menyebabkan dua lantai bangunan berlantai tiga itu runtuh seketika.
Suasana panik mewarnai proses evakuasi di sekitar area gang sempit lokasi sekolah. Rekaman yang beredar memperlihatkan petugas penyelamat bertarung dengan waktu, menyingkirkan puing-puing beton dan bata menggunakan tangan kosong, dibantu oleh puluhan warga serta orang tua murid.
Juru bicara layanan darurat, Bilal Faizi, menyebutkan hampir 100 personel dikerahkan. Berkat penanganan yang cepat, sedikitnya 40 orang berhasil diselamatkan dari himpitan reruntuhan sebelum operasi penanganan korban dinyatakan selesai beberapa jam kemudian.
Dugaan Kelalaian Struktur Bangunan
Kepala Kepolisian Peshawar, Saeed Ahmed, menyatakan pihak kepolisian telah mengamankan pemilik sekolah, Mohammad Khan, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa struktur bangunan sekolah tersebut tergolong rapuh dan tidak kokoh.
Di sisi lain, Mohammad Khan berdalih bahwa presipitasi hujan deras yang mengguyur wilayah Peshawar sepanjang pekan terakhir menjadi pemicu melemahnya konstruksi atap gedung. Meski demikian, kepolisian bersama tim khusus dari Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa tetap membentuk komite investigasi untuk mengusut tuntas dugaan kelalaian maupun penyebab pasti runtuhnya gedung.
Tragedi ini memicu keprihatinan nasional. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif secara terpisah menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam.
“Seluruh bangsa turut merasakan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak di masa duka ini,” tutur Presiden Zardari menanggapi musibah tersebut.****





