TNI AL Uji Kesiapsiagaan Tempur di Selat Makassar, Dua Kapal Perang Dikerahkan

TNI AL Uji Kesiapsiagaan Tempur di Selat Makassar, Dua Kapal Perang Dikerahkan

Fajarasia.id — Komando Armada II TNI Angkatan Laut terus menggembleng kesiapsiagaan operasional prajuritnya di wilayah perairan strategis nasional. Melalui Latihan Taktis Operasi Rajawali Cakra-26 di Selat Makassar dan Perairan Laut Jawa, prajurit dan alutsista diuji untuk memastikan kesiapan menghadapi dinamika ancaman di laut.

Pimpinan latihan taktis yang juga Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya menegaskan pentingnya latihan terencana dan berkesinambungan guna membangun kekuatan laut yang tangguh, Sabtu (24/10/2026).

“Latihan ini harus menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, memperkuat koordinasi antarkapal, serta memastikan setiap unsur memiliki kesiapan operasional yang optimal dalam melaksanakan tugas,” tegas I Gung Putu Alit Jaya di Makassar.

Dalam latihan tingkat L-3 ini, dua kapal perang dikerahkan, yakni KRI Tarakan-905 dari Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II dan KRI Teluk Banten-516 dari Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II. Kedua unsur yang berada di bawah kendali operasi (BKO) Guskamla Koarmada III tersebut mensimulasikan berbagai skenario operasi tempur laut.

**Uji Presisi Komunikasi dan Manuver Taktis**

Sejumlah serial latihan intensif digelar di tengah perairan, mulai dari pembekalan di laut (*replenishment at sea*/RAS), komunikasi isyarat bendera (*flaghoist*), hingga penyampaian pesan kilat menggunakan lampu isyarat (*flashex*). Selain itu, kedua kapal perang juga melakoni latihan manuver taktis (*tactical maneuver*) secara presisi dan terkoordinasi.

Dansatban Koarmada II Kolonel Laut (P) Aria Candrayuda M. Arifin menambahkan, seluruh Rangkaian Operasi Rajawali Cakra-26 ini dirancang untuk menguji disiplin prosedur operasional sekaligus keandalan material tempur.

“Profesionalisme prajurit dan kesiapan unsur menjadi modal penting dalam menjaga kepentingan nasional serta memperkuat kehadiran TNI Angkatan Laut di wilayah perairan strategis Indonesia,” ujar Aria.

Penguatan interoperabilitas dan komunikasi lintas unsur ini menjadi fondasi utama TNI AL dalam memelihara stabilitas keamanan laut, khususnya di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang memiliki nilai geopolitik dan ekonomi yang sangat krusial.****

Pos terkait