Konsumen Eropa melirik mobil listrik bekas dari China

Konsumen Eropa melirik mobil listrik bekas dari China

Fajarasia.id – Konsumen Eropa yang ingin mengimpor mobil dari China beralih ke mobil hibrida plug-in (PHEV) baru dan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicles​​​​​/BEV) bekas selama dua tahun terakhir, menyusul kenaikan tarif impor BEV dari China hingga 45,3 persen pada 2024.

Publikasi CarNewsChina pada Sabtu (24/10) mengutip informasi China EV Marketplace (CEVM) yang menyebutkan bahwa peralihan itu terjadi karena kendaraan model PHEV baru dan BEV bekas tidak dikenai bea masuk imbalan.

Namun, tren kembali berubah setelah Uni Eropa memberlakukan batas kuota impor baru sebanyak 350 ribu unit untuk kendaraan hibrida dari China.

Kebijakan itu mendorong konsumen beralih ke mobil bekas yang tidak dikenai bea masuk imbalan 45,3 persen maupun pembatasan kuota impor.

Menurut data China EV Marketplace (CEVM), penjualan kendaraan bekas kepada konsumen di Uni Eropa selama Januari hingga September 2026 meningkat 280 persen secara tahunan menjadi 7.900 unit, sedangkan penjualan kendaraan barunya turun 44 persen.

“Tarif telah melemahkan permintaan konsumen Eropa kami terhadap BEV baru asal China. Kami memperkirakan pembatasan kuota impor hibrida juga akan menekan penjualan PHEV baru,” kata Chief Operating Officer EV Marketplace, Jakub Geršl.

“Mobil bekas dikecualikan dari tarif tambahan BEV dan kuota baru untuk kendaraan hibrida (PHEV). Itulah sebabnya kami menjadikan kendaraan bekas sebagai fokus utama bisnis kami di Eropa,” katanya.

CEVM saat ini menawarkan lebih dari 2.600 unit mobil listrik bekas melalui situs webnya. Daftar yang diperbarui setiap hari itu mencakup merek seperti Xiaomi, BYD, iCar, Denza, Lynk&Co, dan Avatr.

Menurut CEVM, harga kendaraan-kendaraan tersebut jauh di bawah harga eceran yang disarankan produsen karena persaingan ketat di China.

“Harga mobil baru yang lebih rendah turut menekan harga mobil bekas,” kata Geršl.

“Tim kami yang berbasis di Shanghai mencari peluang-peluang tersebut. Kami sering menemukan mobil dengan jarak tempuh sekitar 6.000 km yang dijual dengan harga 40 persen lebih rendah dari harga daftar resmi di China,” katanya.

Di China, Asosiasi Dealer Mobil China (CADA) memantau tingkat retensi nilai mobil bekas dan menerbitkan laporan setiap bulan.

Berikut 15 mobil listrik bekas dengan tingkat retensi nilai tertinggi di China berdasarkan periode kepemilikan tiga tahun hingga September 2026.

Peringkat Model Nilai yang dipertahankan Penyusutan nilai
1 Tesla Model 3 61,4% 38,6%
2 Tesla Model X 59,5% 40,5%
3 Tesla Model Y 53,9% 46,1%
4 BYD Seagull 50,5% 49,5%
5 Zeekr 009 49,9% 50,1%
6 Baojun Yep 49,0% 51,0%
7 Porsche Taycan 48,5% 51,5%
8 Nio ET5 47,8% 52,2%
9 Roewe iMAX8 EV 47,5% 52,5%
10 Denza D9 EV 47,1% 52,9%
11 Avatr 12 47,0% 53,0%
12 Nio ES6 46,7% 53,3%
13 Leapmotor C11 BEV 46,5% 53,5%
14 Xpeng G6 46,4% 53,6%
15 Wuling Bingo 46,1% 53,9%
CEVM telah mengumumkan pembukaan pusat pengiriman kendaraan di Praha, Republik Ceko, bagi konsumen yang ingin langsung mengambil mobil alih-alih menunggu tiga bulan untuk mengimpor kendaraan langsung dari China.****

Pos terkait