Fajarasia.id — Ruang ganti tim nasional Portugal diterpa gelombang emosi pascainsiden perselisihan antara kapten tim Cristiano Ronaldo dan pelatih Jorge Jesus. Gelandang Portugal, Vitinha, menyampaikan harapannya agar konflik internal tersebut dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan demi keutuhan skuad Selecao das Quinas.
Perseteruan ini memuncak pada jeda internasional September lalu. Ronaldo (41) memutuskan meninggalkan pemusatan latihan lebih awal akibat kekecewaannya terhadap minimnya menit bermain yang diberikan oleh Jorge Jesus. Meskipun penyerang Al Nassr tersebut telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada rekan-rekan setimnya melalui media sosial, ia juga menuding sang pelatih telah mengingkari janji.
“Jeda internasional saat itu berlangsung penuh gejolak dan emosi. Saya hanya berharap segalanya bisa diselesaikan dengan cara terbaik. Kami semua tentu berharap ia (Ronaldo) bisa kembali dan situasi kembali kondusif,” ujar Vitinha kepada TNT Sports, sebagaimana dikutip Kamis (16/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Vitinha usai membawa klubnya, Paris Saint-Germain, memetik kemenangan 4-2 atas Manchester City pada laga pekan kedua Liga Champions 2026/2027 di Stadion Etihad.
Menanti Putusan Disiplin FPF
Akibat aksi hengkang dari kamp latihan, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) resmi menjatuhkan skors sementara kepada pemegang rekor 146 gol dari 234 penampilan internasional tersebut. Hingga saat ini, proses investigasi disipliner masih berlangsung secara tertutup.
Ronaldo sendiri menegaskan kesiapannya menerima sanksi apa pun dari FPF, sembari menyuarakan komitmennya untuk terus mengenakan seragam tim nasional.
Kehadiran megabintang gaek ini menjadi sorotan utama menjelang dua laga krusial UEFA Nations League pada November mendatang, di mana Portugal dijadwalkan berhadapan dengan Denmark dan Wales. Vitinha—yang selalu tampil dalam empat laga kemenangan Portugal sebelumnya—sangat berharap sang kapten sudah dapat kembali memimpin tim di lapangan.****





