ESDM Siapkan 154 Juta Ton Batu Bara untuk Listrik PLN

ESDM Siapkan 154 Juta Ton Batu Bara untuk Listrik PLN

Fajarasia.id  — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan sekitar 154 juta ton batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik PT PLN (Persero) sepanjang 2026. Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) tersebut aman hingga akhir tahun.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, alokasi tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan energi primer bagi pembangkit listrik PLN.

“PLN itu sekitar 154 juta ton. Nah, insyaallah ini selesai,” ujar Tri saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Tri, pemenuhan kebutuhan batu bara domestik menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan listrik nasional. Kepastian pasokan bahan bakar diperlukan agar operasional pembangkit tetap berjalan dan kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi.

Selain untuk pembangkit listrik, Kementerian ESDM memastikan kebutuhan batu bara bagi industri semen dalam negeri juga telah ditangani. Pemerintah menyiapkan alokasi DMO sekitar 5 juta ton untuk sektor tersebut.

“Semen kita carikan, sudah solved,” kata Tri.

Kebijakan pemenuhan kebutuhan domestik ini berjalan seiring dengan penetapan target produksi batu bara nasional dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Target produksi batu bara nasional ditetapkan sekitar 700 juta ton.

Sementara itu, target produksi bijih nikel dalam revisi RKAB 2026 dipatok sekitar 290 juta ton.

Dengan alokasi batu bara bagi PLN dan industri semen, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan energi dan bahan baku industri dalam negeri tetap terpenuhi di tengah pengaturan produksi pertambangan nasional.****

Pos terkait