Fajarasia.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen, tertinggi di negara G20 dan di atas rata-rata global 3 persen.
“Ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Airlangga dalam keterangannya, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Airlangga mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang investasi dan sektor produktif, yang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.
Dia menguraikan, dari sisi sektor riil, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur naik ke 52,4, yaitu di atas 50. Kemudian, surplus dagang juga positif 7,25, segi konsumen positif 118,1, lalu tingkat pengangguran terendah sejak 1994 sebesar 4,65 persen, dan rasio gini membaik ke 0,368.
Pemerintah juga menjaga disiplin fiskal dan stabilitas keuangan. Defisit APBN tercatat 1,24 persen dan masih sesuai rencana.
Dari sisi moneter, suku bunga acuan BI di level 5,75 persen, yield surat berharga 10 tahun 7,21 persen, cadangan devisa US$ 146,3 miliar cukup untuk 6,5 bulan impor.
“Kredit bank tumbuh double digit, 13,65 persen, dana dari masyarakat 10,94, modal perbankan juga solid Pak Presiden, 24,10, dan kredit macet 2,11 persen, relatif kecil,” tukasnya.****





